What should I write here..

Kedekatan kami pertama kali menurutku semua dalam keadaan terburu buru. Dia tiba tiba datang membawa perasaan yang dulu pernah ada, namun selalu ku pendam dalam hatiku. Iya dia mulai menawarkan itu, sesuatu yang kutakuti dari awal. Namun ku coba untuk membangunnya. Seiring dengan berjalannya waktu, perasaan itu tumbuh dengan hebatnya. Mulai dari nol hingga tak terhitung lagi bilangannya. Benar benar dari bawah, hebat. Akupun mulai menikmati perasaan yang selalu tumbuh dan semakin besar ini.
Aku merancang mimpi terbersar dalam hidupku bersamanya, hal yang aku fikir semua orang menginginkannya. Sesuatu yang terasa semakin dekat, mimpi yang mungkin akan terkabul. Aku bermimpi jauh kedepan, karna aku yakin mungkin memang benar hanya dia pelabuhan terakhirku.
Hal ini terjadi sangat aneh, untuk pertama kalinya aku begitu yakin. Tak pernah seyakin ini sebelumnya. Memberikan perasaanku sepenuhnya, begitu percaya pada orang asing yang hanya baru beberapa tahun ku kenal. Dia begitu hebat, bisa membuatku seperti ini hanya dalam waktu sesaat. Dengannya, mimpiku terasa semakin dekat.
Ketika aku sudah dalam puncak perasaan itu, tiba tiba ada sesuatu yang menjatuhkan ku hingga kedasar jurang. Entah apa, tapi itu benar benar membuatku berfikir keras. Suatu pertanyaan besar terus menghantui pikiranku. Mimpi buruk itu datang lagi, bukan dari pihaknya tapi malah berasal dari imajinasiku sendiri. Fikiran yang tak terbentuk ini terus menghancurkan apapun yang sudah ku rancang. Sesuatu telah merubah sikapku, cara pemikiranku, mimpi itupun perlahan seperti pudar. Tidak pudar, hanya saja mimpi itu tersisihkan oleh fikiran ini. Entah apa itu, aku juga tidak tahu.
Melihatnya seperti tak bersemangat, tidak seperti dulu. Keadaan ini berbeda, entahlah aku tak paham. Mungkin aku yang berburuk sangka atau memang benar dia yang membuatku berburuk sangka. Dia berbeda, aku seperti tak melihatnya. Aku tak tahu harus berbuat apa, aku bingung. Aku tak mau mimpiku hancur begitu saja, aku tak mau jika aku harus kehilangan sosok yang sudah korbankan hidupnya untukku, yang rela menyerahkan hidupnya untukku, yang selalu sabar, selalu ada, yang selalu menemani, yang aku jadikan pemeran utama dalam mimpi besarku, tapi…..
Sesuatu memaksaku keluar dari tempatnya dan sepertinya hati ini kosong, hilang isi.

at Grand Sharon Resident Bandung

at Grand Sharon Resident Bandung

Kesayangan.. with Irvan at Grand Sharon Residence – View on Path.

Kesayangan.. with Irvan at Grand Sharon Residence – View on Path.

Kesayangannya akang :) with Irvan at Sukahaji, Gegerkalong hilir – View on Path.

Kesayangannya akang :) with Irvan at Sukahaji, Gegerkalong hilir – View on Path.

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1435 H, Minal Aidzin Walfaidzin Mohon Maaf Lahir & Batin temen temen semua😘😍☺☀💗❤ with Eti and Galuh at Lapangan Volley Komplek Bumi Hanjuang – View on Path.

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1435 H, Minal Aidzin Walfaidzin Mohon Maaf Lahir & Batin temen temen semua😘😍☺☀💗❤ with Eti and Galuh at Lapangan Volley Komplek Bumi Hanjuang – View on Path.

with Florensia at SMK SANDHY PUTRA BANDUNG – View on Path.

with Florensia at SMK SANDHY PUTRA BANDUNG – View on Path.

Holla tumbs!
Berabad abad gak curhat hehe agak lebay sihhhh. Gak mau curhat ko, cuma mau kasih tau aja. FYI nih gue lagi seneng banget. Senengnya kenapa? Nanti bakal gue ceritain yahhhh. Intinya sih gue cuma mau bilang :

"seberapa baik kamu di depan pasanganmu, gaakan pernah sempurna kalau keluarga mereka gabisa nerima kamu"

Itu si tumbs itu aja intinya. Pokonya gue seneng bangeeeeet. Alhamdulillah hidup gue hampir sempurna! Hiiiiiiiiii

Nb : makasih buat yang udah jadi temen hidup dengan setia 4 bulan ini, kamu luar biasa. Gaada abisnya sayang sama kamu, mwah!

At Winner Bratwurst

Day out sama mama mertua:) – at Winner Bratwurst – See on Path.

"I’m becoming more silent these days. I’m speaking less and less in public. But my eyes, god damn, my eyes see everything."

— (via thisisme-noah)

(Source: c0ntemplations, via frshkmla)

"Here comes the cold, and find the love to call your own. You, enter you. Your cheeks the shade of pink and the rest of you in powder blue. Who knows what will be? But I’ll make you guarantee, see? No way November will see our goodbye. When it come to December, it’s obvious why. Then come January we’re frozen inside, making a new resolution a hundred times. February, won’t you be my valentine?"

— Someone inside of my heart